MY MENU

News

News

Judul
Holding Indonesia Battery Segera Dibentuk, Saham TINS Prospek
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
02/17/2021
Lampiran0
Views
338
Konten

Saham PT Timah Tbk (TINS) masuk menjadi top gainers di Bursa Efek Indonesia (BEI) dengan kenaikan 10,95% di posisi Rp 2.330/saham pada penutupan perdagangan Selasa (16/2/2021).


Bahkan saham TINS termasuk cukup besar nilai transaksinya yang mencapai Rp 1,7 triliun, melewati PT Antam Tbk (ANTM) yang ditransaksikan Rp 1,01 triliun. Volume perdagangan saham TINS sebanyak 516,33 juta saham.


Dalam sepekan, saham TINS naik 8,37% dan sebulan terakhir juga naik 6,88%. Penguatan signifikan terjadi dalam 3 bulan terakhir saat saham TINS meroket 151%. 


Investor asing masuk ke saham TINS Rp 20,80 miliar pada perdagangan Selasa.


Namun pada perdagangan Rabu pagi ini (17/2), saham TINS turun 3% di posisi Rp 2.260/saham.


Awal tahun ini, ada sentimen baik bagi TINS dan saham-saham anak usaha MIND ID.


Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) saat ini membentuk Indonesia Battery Holding (IBH) untuk mengelola industri baterai terintegrasi dari hulu sampai ke hilir.


Perusahaan holding yang terdiri dari empat BUMN antara lain MIND ID atau PT Inalum (Persero), Antam, PT Pertamina (Persero), dan PT PLN (Persero) dan ditargetkan terbentuk pada semester 1 2021.


Kendati TINS secara tak langsung terlibat, tapi dengan hadirnya induk TINS yakni MIND ID dalam proyek tersebut membuka kesempatan bagi PT Timah untuk terlibat.


Dalam proyek ini, dari sisi hulu ada Antam, MIND ID, dan di hilir ada Pertamina dan PLN.


Holding yang akan dibentuk ini bisa melakukan kerja sama dengan calon mitra potensial, seperti dari China, Korea Selatan, Amerika Serikat, dan negara Eropa.


Apalagi ditambah kabar baik dari Tesla, salah satu produsen utama mobil listrik dunia yang akan berinvestasi di Tanah Air. Tesla kian serius untuk menggarap investasinya di Indonesia.


Teranyar, perusahaan asal Amerika Serikat (AS) itu bakal mengirim proposal secara resmi ke Pemerintah Indonesia bahkan kabarnya perjanjian kerahasiaan sudah ditandatangani.


Namun progresnya hingga kini masih terus berjalan terkait rencana investasi itu. Tesla sempat dikabarkan tertarik membangun pabrik baterai mobil listrik.


"Ya kita belum tahu berapa besarnya tapi yang kami tahu dan kami belum bisa men-disclose terlalu detail ke publik," kata Menko Maritim dan Investasi Luhut Pandjaitan, dilansir CNBC.


Ttapi kami sudah enam kali ber-video call dan NDA [non disclosure agreement] sudah selesai ditandatangani dan saya pikir hari ini atau besok kami akan menerima proposal dari mereka," kata Luhut lagi.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support