MY MENU

News

News

Judul
BNI Siap Buyback Rp 1,7 T, Asing Kepincut Saham BBNI
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
07/22/2021
Lampiran0
Views
339
Konten
Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) diburu asing dalam sebulan terakhir sebesar Rp 287 miliar di pasar reguler hingga perdagangan Rabu kemarin (21/7).


Data BEI mencatat, pada perdagangan Rabu kemarin, asing masuk Rp 4,66 miliar, sepekan net buy Rp 113 miliar, dan sebulan asing masuk Rp 287,27 miliar di pasar reguler.


Dalam 3 bulan juga masih tercatat net buy asing Rp 512 miliar dan year to date sahamnya diborong asing Rp 807 miliar.


Data BEI mencatat, pada perdagangan Rabu kemarin, usai libur Idul Adha Selasa, saham BBNI ditutup naik 1,66% di Rp 4.900/saham.


Nilai transaksi saham BBNI sebesar Rp 177 miliar dengan volume perdagangan 36,02 juta saham.


Sepekan saham BBNI naik 4,93%, sebulan minus 1,01% dan 3 bulan terakhir masih minus 16% dengan kapitalisasi pasar Rp 91 triliun, terlempar dari jajaran 10 besar emiten big cap (big capitalization).


Saham BBNI tak masuk dalam top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, tapi di broker kompetitor dengan beli bersih Rp 51,15 miliar. 


Dalam keterbukaan informasi di BEI Rabu kemarin, manajemen BBNI mengumumkan akan melakukan pembelian saham kembali (buyback) senilai Rp 1,7 triliun, mulai 22 Juli sampai 21 Oktober 2021.


Sesuai dengan SEOJK No. 3/SEOJK.04/2020, jumlah saham yang akan dibeli kembali tidak akan melebihi 20% dari modal disetor dengan ketentuan paling sedikit saham yang beredar adalah 7,5% dari modal disetor.


Manajemen menegaskan, buyback ini tidak mempengaruhi kondisi keuangan BBNI karena sampai dengan saat ini, perseroan mempunyai modal yang memadai untuk membiayai kegiatan usaha.


Tekanan jual di pasar akibat sentimen Covid-19 memang membuat saham BNI undervalued dengan Price to Book Value (PBV) per 30 Juni 2021 sebesar 0.75 kali.


Rasio harga terhadap nilai buku ini telah jauh berada di bawah rata-rata PBV selama 10 tahun yang sebesar 1.60 kali.


Dengan alasan inilah, perseroan merencanakan untuk melakukan pembelian kembali saham BBNI yang telah dikeluarkan dan tercatat di BEI.


Per Q1-2021, BNI membukukan laba bersih Rp 2,39 triliun, merosot sekitar 43,7% secara tahunan dari Rp 4,25 triliun.


Capaian laba BNI ini dibarengi dengan kecukupan pencadangan atau coverage ratio pada level 200,5%, lebih tinggi dari posisi akhir 2020 sebesar 182,4%


BBNI ini tetap membentuk Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) yang tinggi sebesar Rp 4,81 triliun.


Nilai itu meningkat 127,7% diatas CKPN kuartal I-2020 sebesar Rp 2,11 triliun.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support