MY MENU

News

News

Judul
Harga Batu Bara Memanas, Laba Bersih Indo Tambangraya (ITMG) Melesat 312 Persen
Penulis
Bisnis Indonesia
Tanggal Diciptakan
08/19/2021
Lampiran0
Views
317
Konten
Sepanjang paruh pertama 2021, PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) memaksimalkan keuntungan dari momentum kenaikan harga batu bara setelah sempat menerapkan efisiensi biaya saat harga batu bara menurun pada 2020. Pada semester I/2021, kegiatan operasional dapat berjalan stabil dengan program vaksinasi dan penerapan normal baru di seluruh dunia telah mendorong pemulihan konsumsi dan permintaan energi, sehingga harga mulai berangsur naik semenjak Oktober tahun lalu. Indeks Newcastle mencatat harga batu bara menyentuh US$131,41 per ton pada akhir Juni 2021. Sepanjang paruh pertama 2021, Perusahaan mencatat perolehan rata-rata harga batu bara sebesar US$74,7 per ton, naik 34 persen dari US$55,7 per ton secara tahunan dengan total volume penjualan 9,0 juta ton.

“Penjualan bersih tercatat sebesar US$676 juta pada paruh pertama, sedangkan marjin laba kotor naik 18 persen dari paruh pertama tahun lalu menjadi 34 persen pada paruh pertama tahun ini,” jelas Mulianto, Direktur Utama ITM melalui siaran pers, Rabu (18/8/2021). Dia mengatakan, kenaikan harga jual rata-rata yang signifikan ditambah kontrol biaya yang disiplin telah menghasilkan arus kas yang kuat terhadap Perusahaan. 

Adapun, EBITDA tercatat sebesar US$224 juta pada paruh pertama 2021, naik 148 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan laba bersih naik signifikan sebesar 312 persen dari US$29 juta pada paruh pertama 2020 menjadi US$118 juta pada periode yang sama tahun ini. Adapun, laba bersih per saham dibukukan sebesar US$0,11. 

Dari volume target penjualan 21,5-22,4 juta ton untuk tahun ini, perusahaan juga telah mendapatkan 79 persen kontrak penjualan. Sebanyak 56 persen harga jualnya telah ditetapkan, 24 persen lagi mengacu pada indeks harga batu bara. Sedangkan 21 persen belum terjual. ITMG sepanjang paruh pertama tahun 2021 telah menjual 9,0 juta ton batu bara yang meliputi China (2,7 juta ton), Indonesia (1,7 juta ton), Jepang (1,4 juta ton), Filipina (0,7 juta ton), Thailand (0,7 juta ton), dan negara-negara lain di Asia Timur dan Tenggara. 

Sampai dengan akhir Juni 2021, total aset perusahaan tercatat sebesar US$1.315 juta dengan total ekuitas sebesar US$906 juta. Perusahaan memiliki posisi kas dan setara kas yang kuat sebesar US$390 juta dengan posisi total pinjaman bank sebesar US$40 juta.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)