MY MENU

News

News

Judul
Geber Layanan Digital-Gig Economy, Saham AGRO sudah Cuan 150%
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
08/02/2021
Lampiran0
Views
325
Konten
Harga saham PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (AGRO) masih mencatatkan penguatan sepanjang Juli lalu sebesar 34% dan 150% dalam 3 bulan terakhir, seiring dengan tren akselerasi bisnis perusahaan.


Bahkan catatan beli bersih (net buy) investor asing sepanjang Juli menembus Rp 222 miliar di pasar reguler, yang menandakan minat investor memborong saham anak usaha PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) cukup besar.


Data BEI menunjukkan, pada akhir Juli lalu, Jumat (30/7) saham AGRO memang ditutup turun 6,02% di Rp 2.500/saham.


Nilai transaksi hari itu mencapai Rp 556 miliar, dengan volume perdagangan 216,43 juta saham, dan kapitalisasi pasar Rp 54 triliun.


Saham AGRO masih masuk top buy nasabah PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia dengan beli bersih Rp 81,56 miliar.


Sepekan saham ini naik 5%, sebulan melesat 34% dan 3 bulan terakhir melejit 150%. 


Sentimen terkuat bagi Bank Agroniaga ialah izin yang sudah diajukan untuk layanan perbankan digital.


AGRO juga akan segera konversi menjadi bank digital dengan nama baru, dan akan fokus menyalurkan kredit lewat platform digital yang akan menyasar para pelaku gig ekonomi (di antaranya para pekerja kontrak dan freelance).


Hirawan Nur Kustono, Sekretaris Perusahaan BRI Agro, dilansir Kontan, mengatakan, saat ini tengah dilakukan konsolidasi dan persiapan sisi sumber daya manusia (SDM) dan bidang lainnya menuju bank digital.


BRI Agro juga sudah mempersiapkan aplikasi baru yang akan jadi sarana bagi perseroan beroperasi sebagai bank digital.


Saat ini, sekitar 80% portofolio kredit BRI Agro masih disalurkan secara konvesional. Namun, pada 2023, perseroan menargetkan 80% kreditnya sudah disalurkan secara digital.


BRI juga akan memanfaatkan ekosistem BRI Group untuk menjalankan bisnisnya.


Perseroan akan menjadi  rumah bagi fintech dan Agen BRILink dalam menyalurkan kredit.  Apalagi, BRI melalui BRI Ventures sudah investasi dengan 10 fintech saat ini.


BRI Agro akan beroperasi sebagai bank digital lewat aplikasi. Selain lewat Pinang atau aplikasi pinjaman digital yang sudah ada saat ini, BRI Agro akan meluncurkan aplikasi digital saving yang tinggal menunggu izin dari OJK.


Per kuartal I-2021, BRI Agro mencatatkan laba Rp 17,8 miliar atau naik 6,5% dari Rp 16,7 miliar di periode yang sama tahun lalu.


Pertumbuhan laba bersih tersebut sejalan dengan peningkatan pendapatan bunga bersih atau net interest income (NII) dan pendapatan operasional lainnya. 


NII AGRO ini mencapai Rp 212,5 miliar atau naik 12,2% dari kuartal I 2020. Pendapatan operasional lainnya juga naik dari Rp 10,13 miliar menjadi Rp 14,3 miliar. 


Sementara kredit bank ini terkontraksi 7,7% menjadi Rp 17,45 triliun dari Rp 18,9 triliun pada kuartal I tahun lalu.


Penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) turun 7,6% dari Rp 20,9 triliun menjadi Rp 19,31 triliun. 


Namun, kualitas aset BRI Agro membaik di mana non performing loan (NPL) grossnya turun dari 8,34% menjadi 4,76% dan NPL net turun menjadi 2,7% dari 4,04% pada kuartal I 2020.


Rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) turun menjadi 93,62% dari 96,14%. 


Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) juga membaik di level 24,1%, naik dari 22,39%.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)