MY MENU

News

News

Judul
FLASH: Permintaan Membludak, Bukalapak Tambah Jatah Ritel
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
08/03/2021
Lampiran0
Views
569
Konten
Permintaan saham IPO PT Bukalapak.com nampaknya sangat tinggi, terutama dari para investor ritel. Hal ini membuat pihak Bukalapak dan para penjamin emisi memutuskan untuk menambah jatah pooling account dari awalnya 2,5% menjadi sedikitnya 5%, sesuai ketentuan.  


"Penyesuaian penjatahan pooling itu dilakukan sejalan dengan penawaran yang kelebihan permintaan (oversubscribed), ujar seorang sumber yang dikutip Harian Investor Daily. 


Sumber lainnya mengungkapkan, selama penawaran umum berlangsung, yakni 27-30 Juni lalu, saham IPO calon emiten yang akan memiliki kode saham BUKA ini mengalami kelebihan permintaan sebanyak 4 kali dari jumlah saham yang ditawarkan melalui pooling account. 


Seperti diketahui, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lewat Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan (SE OJK) No.15/SEOJK.04/2020 mengatur mekanisme pengaturan penjatahan saham ritel ini dan dikenal dengan istilah claw back. 


Aturan claw back ini mengatur kondisi bila terjadi kelebihan pemesanan (oversubscribed) pada penjatahan terpusat (pooling) investor ritel, maka kelebihan itu dengan persentase tertentu akan diambil dari penjatahan pasti (fix allotment) yang umumnya diperuntukkan bagi investor institusi.


Bukalapak sendiri sudah mencantumkan aturan main ini seperti dalam prospektus awalnya. Disebutkan, bahwa peseroan akan menyesuaikan alokasi saham untuk penjatahan terpusat dengan memperhatikan golongan penawaran umum, batasan tingkat pemesanan dan penyesuaian alokasi.


Dalam aturan anyar ini, OJK membagi Golongan Penawaran Umum menjadi 4. Golongan I, IPO dengan nilai lebih kecil atau sama dengan Rp 250 miliar.


Golongan II, merupakan IPO dengan nilai emisi mulai dari Rp 250 miliar hingga lebih kecil atau sama dengan Rp 500 miliar. Sedangkan golongan III, memiliki standar mulai dari Rp 500 miliar sampai emisi bernilai lebih kecil atau sama dengan Rp 1 triliun.


Terakhir, yakni golongan IV, merupakan IPO dengan nilai emisi lebih besar dari Rp 1 triliun. Tiap-tiap golongan terdapat ketentuan mengenai penyesuaian penambahan jatah untuk porsi pooling (Lihat tabel)




Jika mengacu pada aturan itu, maka Bukalapak bisa memperbesar jatah ritel menjadi 5% atau sekitar Rp 1,1 triliun Rp 548 miliar. Penambahan jatah ritel ini akan diambil dari penjatahan pasti (fixed allotment). 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)