MY MENU

News

News

Judul
Sepak Bola dan Rights Issue Jadi Kunci Bisnis BBRI ke Depan
Penulis
Abinawa Putri
Tanggal Diciptakan
08/16/2021
Lampiran0
Views
273
Konten
"Out of the box". Mungkin ini istilah yang tepat untuk strategi yang dilancarkan oleh manajemen PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI). Bank yang fokus pada segmen UMKM ini memutuskan untuk menjadi sponsor utama gelaran Liga 1 untuk periode 2021/2022.

Liga 1 yang merupakan kompetisi sepak bola tertinggi yang akan diikuti oleh 18 klub sepak bola profesional di Tanah Air. Lalu, apa hubungannya menjadi sponsor utama dengan peforma bisnis BBRI? 

Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, alasan menjadi sponsor utama Liga 1 adalah karena langkah ini selaras dengan strategi perseroan yang tengah melakukan transformasi digital. 

Liga 1 dinilainya akan menjadi sarana yang efektif dan efisien untuk memperkenalkan layanan dan produk BBRI, khususnya BRImo yang merupakan Super Apps digital banking perseroan.

Transformasi digital yang mulai dilakukan sejak 2016 lalu ini bertujuan untuk melayani masyarakat sebanyak mungkin dengan biaya semurah mungkin. Nah, sesuai dengan karakter sepak bola yang juga merupakan olahraga massal dan memiliki penggemar terbanyak diseluruh lapisan masyarakat menjadi "sasaran empuk" bagi perseroan untuk mendorong kemajuan transformasi digital yang dilancarkan. 

Dengan menjadi sponsor utama, maka nama BRI berhak muncul dalam judul kompetisi tersebut yakni menjadi BRI Liga 1 2021/2022. Dalam selish waktu sedikit, bank pelat merah ini pun akan menggelar aksi rights issue yang nilainya ditaksir mencapai Rp 95,92 triliun. 

Perseroan akan menjadi superholding untuk bisnis ultra mikro pasca rights issue tersebut. BBRI menargetkan 45% portfolio kreditnya merupakan pinjaman ke segmen mikro pada 2025 mendatang. Salah satu produk dari holding ini akan menjangkau kredit di bawah Rp 10 juta.

Hingga Juni 2021, kredit mikro BBRI tercatat sebesar Rp 366,56 triliun, tumbuh dari Rp 313,41 triliun pada periode yang sama tahun lalu. Kredit mikro itu menyumbang 39,44% terhadap total portofolio kredit BRI senilai Rp 929,40 triliun di Juni 2021.

Saat ini terdapat 57 juta pelaku usaha ultra mikro. Sebanyak 30 juta di antaranya belum mendapatkan akses pendanaan formal karena lebih banyak dilayani institusi keuangan non bank dan informal. 

Pasar segmen mikro memang masih cukup besar sehingga BRI akan menyasar usaha ultra mikro. Kredit yang disalurkan oleh superholding nanti akan sangat beragam. Mulai dari jasa pegadaian hingga pemberdayaan dengan social lending milik PT Pemodalan Nasional Madani (PNM).

Seperti diketahui, pada rights issue BBRI, pemerintah akan melakukan inbreng saham PT Pegadaian dan PNM kepada BBRI sebagai bagian dari partisipasinya dalam eksekusi penerbitan saham baru peseroan. Sehingga, nantinya Pegadaian dan PNM berada di bawah komando BBRI. 

Tentu saja BBRI akan menjadi Raja UMKM Indonesia pasca rights issue. Dengan masuknya Pegadaian dan PNM, maka aset perseroan akan bertambah hingga Rp 100 triliun, yakni dari Rp 1.411 triliun menjadi Rp 1.515 triliun pasca konsolidasi. 

Kemudian, pendapatan akan naik dari Rp 40 triliun menjadi Rp 47 triliun dan laba bersih menggemuk dari Rp 7 triliun menjadi Rp 8 triliun. Jadi, dua strategi ini--jadi sponsor utama Liga 1 dan rights issue--merupakan strategi yang jalan beriringan dengan harapan bisa menjadikan BBRI sebagai bank yang bisa menyediakan pembiayaan mikro hingga ke pelosok negeri. 

Pada perdagangan Jumat (13/8), transaksi BBRI cukup ramai dengan total nilai sekitar Rp 367,12 miliar dan banyak dibeli oleh asing dengan net buy sebesar Rp 127,56 miliar. 

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)