MY MENU

News

News

Judul
FLASH: Lagi, BI Tahan Suku Bunga 3,5%, Ada Kebijakan DP 0%
Penulis
Tetsu Mulia
Tanggal Diciptakan
10/19/2021
Lampiran0
Views
313
Konten

Bank Indonesia (BI) mengumumkan hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Oktober 2021 yakni kembali menahan suku bunga acuan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebagaimana ekspektasi pasar.

"Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia 18-19 Oktober memutuskan mempertahankan 3,50%, suku bunga Deposit Facility 2,75%, dan suku bunga Lending Facility 4,25%," kata Perry Warjiyo, Gubernur BI, dalam jumpa pers usai RDG, dilansir CNBC Indonesia, Selasa (19/10/2021).

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC memperkirakan BI 7 Day bertahan di 3,5%.

Seluruh institusi yang terlibat dalam pembentukan konsensus sepakat bulat, tidak ada dissenting opinion.

Terakhir kali BI mengubah suku bunga acuan adalah pada Februari 2021. Kala itu, suku bunga acuan dipangkas 25 basis poin (bps) menjadi 3,5%.

Setelah itu, suku bunga acuan tidak lagi pernah dipangkas atau dinaikkan lagi.

Berdasarkan situs resmi BI, Dewan Gubernur menyatakan keputusan ini sejalan dengan perlunya menjaga stabilitas nilai tukar dan sistem keuangan, di tengah prakiraan inflasi yang rendah dan upaya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.



Selain itu, Bank Indonesia juga terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan.

Beberapa kebijakan yakni:

1.Melanjutkan kebijakan nilai tukar Rupiah untuk menjaga stabilitas nilai tukar yang sejalan dengan fundamental dan mekanisme pasar;

2.Melanjutkan penguatan strategi operasi moneter untuk memperkuat efektivitas stance kebijakan moneter akomodatif;

3.Melanjutkan kebijakan makroprudensial akomodatif dengan mempertahankan 

(a) rasio Countercyclical Capital Buffer (CCyB) sebesar 0%

(b) Rasio Intermediasi Makroprudensial (RIM) pada kisaran 84-94% dengan parameter disinsentif batas bawah sebesar 80% (1 September-31 Desember 2021) dan 84% (sejak 1 Januari 2022)

(c) rasio Penyangga Likuiditas Makroprudensial (PLM) sebesar 6% dengan fleksibilitas repo sebesar 6%, dan rasio PLM Syariah sebesar 4,5% dengan fleksibilitas repo sebesar 4,5%;

4.Melanjutkan pelonggaran ketentuan uang muka (DP, down payment) kredit/pembiayaan kendaraan bermotor menjadi paling sedikit 0% untuk semua jenis kendaraaan bermotor baru, berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022;

5.Melanjutkan pelonggaran rasio Loan to Value/Financing to Value (LTV/FTV) Kredit/Pembiayaan Properti menjadi paling tinggi 100% untuk semua jenis properti (rumah tapak, rumah susun, serta ruko/rukan), bagi bank yang memenuhi kriteria NPL/NPF tertentu, dan menghapus ketentuan pencairan bertahap properti inden, berlaku efektif 1 Januari 2022 sampai dengan 31 Desember 2022;

6.Memperkuat kebijakan transparansi suku bunga dasar kredit (SBDK) dengan pendalaman asesmen transmisi SBDK dan suku bunga kredit baru per sektor/subsektor ekonomi;

7.Menetapkan implementasi BI-FAST tahap pertama mulai minggu ke-2 Desember 2021

8.Memperpanjang masa berlaku kebijakan Kartu Kredit untuk batas minimum pembayaran kartu kredit sebesar 5% dari total tagihan sampai dengan 30 Juni 2022 dan penurunan nilai denda keterlambatan pembayaran kartu kredit sebesar 1% dari outstanding atau maksimal Rp100.000 sampai dengan 30 Juni 2022;

9.Mengakselerasi implementasi penggunaan Local Currency Settlement (LCS)

10.Memperluas dukungan kepada Pemerintah dalam memfasilitasi promosi investasi dan perdagangan dengan negara-negara mitra utama.

Salin URL

Pilih semua URL dibawah untuk disalin

Edit komentar

Masukkan kata sandi untuk mengedit postingan

Hapus komentarHapus postingan

Masukkan kata sandi untuk menghapus postiingan

Customer Service 150350 (Indonesia) Support

PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK)